Rabu, 14 Desember 2016

Guru ABK

assalamualaikum

saya mau bercerita sedikit dengan alur yang acak adul heheheh

ketika itu saya sedang bekerja di indoma*et dibagian CCTV . Saya masuk ke toko untuk mem-backup data,  tiba tiba ada seseorang dengan tubuh gempal berteriak sambil menunjuk ke arah saya "sedang apa kamuh?" belum sempat saya menjawab dia langsung lari ke rak barang. tidak lama seseorang yang terlihat sudah tua memanggilnya, dengan nada seperti melarang untuk menganggu orang lain. dari kejadian itu saya tahu bahwa dia adalah seseorang yang mengidap autis.

setelah kejadian di toko saya teringat anak laki laki yang sering ikut mengaji di Masjid Albadru ketika saya berumur 13 tahun. dia bertubuh besar, selalu membawa Juz-ama, mengenakan peci , baju koko dan celana hitam. namun dia tidak bisa berbicara. dia mengidap downsyndrom

jauh mundur kebelakang, saya pun teringat, ada sebuah rumah yang ditinggali keluarga yang anak nya selalu marah marah, kejadian ini ketika saya berumur 7 tahun, setiap saya lewat rumahnya selalu lari ketakutan,  meskipun saya tidak sepenuhnya melihat anak tersebut dan tidak tau apa yang ia idap

dari beberapa ingatan yang terlintas, tidak disangka sekarang saya adalah guru di sekolah khusus anak autis di daerah depok , banyak suka duka yang tersaji disana, mulai dari gelak tawa sampai luka luka yang tercipta dari cakaran cakaran anak anak yang sedang marah, saat tulisan ini di buat masih terlihat bekas luka  di kedua tangan saya hehehe, tenang cuma luka gores doang ko.

ko bisa ada luka?

iya beberapa dari anak anak autis jika marah ada yang mengigit, mencakar baik itu orang lain atau menyakiti diri nya sendiri, dan ini adalah beberapa dari tugas guru ABK untuk menghilangkan kebiasaanya.

kenap sih buat tulisan ini?

dari satu sisi pengen ngasih tau kalo mereka yang berkebutuhan khusus adalah manusia, sama seperti anda saya kita semua. jadi jangan kaya saya saat berumur 7 tahun yang ketakutan. yang buat saya cukup sedih adalah ketika jadwal berenang dari sekolah, sekolah kami jika jadwal berenang pasti datang ke kolam renang umum, dan disana ada 2 kolam renang yang satu untuk anak anak yang satu untuk dewa yang mana 1/4 nya tidak terlalu dalam dan disitu lah biasa anak anak kami berenang, keadaan kolam yang unutuk dewasa cukup ramai setelah anak anak berganti pakaian dan siap masuk ke kolam semua orang yang berda di kolam mendadak naik keatas, entah apa yang mereka pikirkan. jika berhusnozon mungkin mereka memberikan waktu untuk anak anak kami berenang ter lebih dahulu.

kalupun mereka merasa risih sudah sesuatu yang wajar menurut saya jangankan mereka kadang ada beberapa orang tua yang tahu anaknya mengidap kekurangan mereka tidak terima,

jika kalian memba tulisan ini tolong jika bertemu dengan anak anak abk perlakukan mereka layaknya manusia seutuhnya, bayangkan jika anak ABK yang kalian temui dan kalian berikan kebikan kepadanya disurga nanti dia menyapa kita, "kakak yang waktu itu ya?, saya rendi, waktu di dunia berkebutuhan khusus. trimaksih ya atas kebikan nya di dunia ". ingat lah teman teman mereka manusia yang sudah pasti masuk surga, bagai mana dengan kita? akan kah masuk surga? jadi jangan pandang sebelah mata mereka yang berkebutuhan khusus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar